GudangChord Gitar Lirik Lagu Indonesia dan International. Tempat nya ya Disini Donk. . .!! Home Ā» The Changcuters Ā» The Changcuters - Main Serong [chord/kord] The Changcuters - Main Serong [chord/kord] Thursday, May 14, 2009 | 0 comments [intro] Em A 12x Em A 4x A D 2x Em A 2x B A Em Em berbahaya but is so fun Em Formedin 2004 in Bandung, the Changcuters was an Indonesian rock band that took its influence from such heavyweights as the Rolling Stones, the Doors, and Aerosmith, as well as more modern players as the Stone Roses and Oasis. Their debut album, Mencoba Sukses, was released in 2006. Taking a page Formedin 2004 in Bandung, the Changcuters was an Indonesian rock band that took its influence from such heavyweights as the Rolling Stones, the Doors, and Aerosmith, as well as more modern players as the Stone Roses and Oasis. Their debut album, Mencoba Sukses, was released in 2006. Taking a page from the "how to be rock & roll" handbook, the Changcuters all took the last name of "Changcut thxItulah Chord Main Serong [Bass Tab] dari penyanyi/band The Changcuters silahkan menikmati, untuk mencari chord atau lirik lagu lain dari band/artis The Changcuters silahkan klik disini Jangan lupa share ketemanmu yah! the, changcuters, main, serong, [bass, tab], chord, lirik, lagu, kunci, musik, indonesia, gitar, guitar, kord, lyric, music Liriklagu dengan judul "main serong [solo tab]" ini pertama kali dinyayikan oleh The Changcuters, kami juga menyediakan berbagai kumpulan Kord Gitar lengkap berserta gambar kunci gitar lengkap. Anda juga bisa melihat Lirik Lagu terbaru dan kunci gitar oleh The Changcuters Anda bisa belajar kunci gitar lengkap disini karena kami memberikan TheChangcuters Main Serong Chord [Intro] Em A (12x) Em A (4x) A D A D Em A Em A B A Em A Em A Em Em A Em A berbahaya but is so fun Em Em A Em A melepas rasa penat dalam menjalin hubungan Em Em A Em A buat para pemula sebaiknya jangan ikutan Em Em A Em A perlu skill sejati agar tak jadi berantakan [Chorus] B A serong kanan . 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID xdmDBeUUVnn3-ZgOFVElAs2PKb-S6QXsqyOaPmqg08dOUXD7Tfhn8w== Penampilan band asal Bandung, The Changcuters dikenal konsisten dengan style fashion-nya yang seragam. Tidak hanya itu, ketika berada di atas panggung pun mereka memberikan penampilan yang kompak. Wawancara selengkapnya di 20detik. Ma.. ma.. main serong berbahaya but is so fun Melepas rasa penat dalam menjalin hubungan Buat para pemula sebaiknya jangan ikutan Perlu skill sejati agar tak jadi berantakanReff Serong kanan… Serong kiri… Main serong wa a a a a asik….. [2x]Ma..ma..main serong hanya sekedar hiburan Jangan kebanyakan nanti kamu ketagihan Bu,,bu,,bulatkan tekad dan te… te… tentukan pilihan Karna kita harus bisa sa.. saling jaga perasaanBack to Reff Jakarta - Cukup kaget rasanya ketika mendengar pernyataan dari personel The Changcuters pada 2023 mereka sudah berjalan 19 tahun lamanya. Rasanya belum lama ketika pertama kali mendengarkan Main Serong mengudara di panggung-panggung musik diri mereka generasi pantang tua dengan terus berselancar di atas filosofi rock n roll yang suka-suka. Prinsip mereka satu, walaupun gila-gilaan, tetap tidak sampai main serong yang walaupun asik tapi berbahaya. Menjadi tamu Main Stage detikcom, The Changcuters mencoba menjelaskan dengan kata-kata rangkuman perjalanan hampir dua dekade itu. "Tapi gue rasanya kayak baru kemarin audisi lho," celetuk sang vokalis merujuk pada perjalanan awal mereka yang hidup dari audisi ke audisi demi mencari sponsor dan nama baik."Saya sudah nggak tahu lagi siapa-siapa, hidupnya sudah 19 tahun hidupnya bareng mereka. Karena secara kenyataanya mereka adalah orang terdekat lebih lama dari siapapun, mungkin setelah keluarga, sudah 20 tahun lebih. Jadi bisa dibilang berlima sudah kaya ya lebih dekat dari apapun. Lebih banyak menghabiskan waktu itu bersama berlima dibanding bersama keluarga juga, Lebih banyak menghabiskan waktu itu bersama berlima dibanding bersama keluarga juga,' jelas dengan julukan Kapten Qibil itu kemudian melanjutkan, mereka pernah berandai-andai, di tengah maraknya selebriti dan pelaku seni yang menjadi politis dan mengikuti pemilihan legislatif, kalau salah satu di antara personel akan mengikuti, sudah pasti yang diminta bantuan adalah personel lainnya. Lebih tinggi lagi, termasuk jika salah satunya menjadi presiden."Kita suka bercandaan, kayak sedang maraknya semua artis nyaleg gitu, kalau misalnya ada yang nyaleg, paling gue sih minta bantuan kalian buat ngerjain ini, itu. Karena kita sudah tahu potensi masing-masing. Misalnya saya bikin perusahaan apapun, saya pasti ngajaknya berempat ini, Insya Allah mumpuni kok apapun lini usahanya, pasti kita bisa. Sudah nggak tahu siapa-siapa lagi," Qibil melanjutkan."Kayak Tria misal jadi presiden, pasti yang dia minta kita-kita juga. Dia pasti tahu potensi si Dipa bagusnya jadi menteri apa, gue jadi menteri apa gitu lah, itu mungkin ya. Misal gue yang jadi presiden, pasti berempat yang lain jadi menteri gitu lah," kata Qibil tetapi, ada pernyataan yang cukup tak biasa karena mengandung kata bubar. The Changcuters mengatakan, bahwa band The Changcuters bisa saja bubar, bendera itu tak lagi menghibur para Changcut Rangers, para penggemarnya. Apa maksud dari kalimat itu?"The Changcuters itu sebetulnya kalau bisa dibilang hanya sebuah produk dari kami berlima. Mungkin misalnya besok kita mau bilang The Changcuters kita bubarin, nggak masalah. Kenapa? Karena yang penting kita berlima nggak pernah bubar," ungkap Tria."Ya mungkin kalau temen-temen mengenalnya kami anak band The Changcuters, tapi di balik itu The Changcuters buat kami sebetulnya adalah sebuah produk saja. Jadi, penting kami berlimanya, kami mengerjakan apa aja mungkin kami bisa selama berlima," sambung pola hidup sehari-hari dengan rutinitas bandara-panggung-hotel meski terdengar menyenangkan, tapi tentu tidak mudah dijalankan. Rasa jenuh, perdebatan dan masalah pribadi kerap muncul menyelip di antara kewajiban mereka sebagai penghibur. Lagu-lagu kategori hits yang diulang-ulang dari enam album juga menjadi tantangan tersendiri."Lagu I Love U Bibeh sudah ribuan kali dibawakan, tapi saya masih tegang, masih takut salah masuk melodi gitarnya. Walaupun lagunya sama, rasanya selalu beda. Apalagi misalnya direkam kamera, hype penonton di tiap tempat berbeda, macam-macam variabel yang bikin deg-degannya. Dan itu nggak cuma satu lagu. Jadi nggak ada yang kayak bosan banget bawain lagu ini gitu. Selalu fresh," papar Qibil."Walaupun kita sudah 19 tahun, masih ada aja orang-orang yang baru pertama kali nonton The Changcuters. Jadi untuk pemilihan repertoar itu harus kasih lagu-lagu hits buat orang awam juga. Tapi, kayak lagu Gila-gilaan misalnya, versinya aja ada 3-4, lagu lain juga punya versi lain. Walaupun suka berubah, lihat situasi di venue, lihat siapa yang main sebelum dan sesudah, penontonnya kayak bagaimana. Teknisi kita sampai nggak berani untuk menentukan lagu apa gitu urutannya," lanjutnya."Kejenuhan itu bukan muncul ketika kita manggung sebenarnya, manggung malah menghilangkan kejenuhan. Jenuh tuh pas perjalanan, bangun Subuh, malam baru kelar, jenuhnya di situ," timpal bagaimana jika Tria, Qibil, Dipa, Alda dan Erick ingin mengenalkan atau membawakan lagu-lagu kurang populer?"Nah itu, kadang kalau kita pengen bawain, kita juga udah lupa. Jadi, nggak dibawain," celetuk Dipa sembari tertawa. mif/dar Jakarta - Pengarsipan dan dokumentasi di musik Indonesia memang masih menjadi PR bersama. Tidak hanya oleh para pemangku kepentingan, tapi juga rasanya perlu kesadaran dari musisi itu The Changcuters, sadar betul akan hal itu. Tanpa menunggu kolaborasi dari pihak lain, The Changcuters sudah melakukan pengarsipan atas berbagai perjalanan karier bermusik mereka sejak awal. Mulai dari video-video penampilan juga poster kegiatan. "Karena memang kami sangat concern sama pengarsipan. The Changcuters itu manggungnya sampai saat ini itu semua terekam baik dari Mini DV sampai sekarang memory card punya. Ada terlewat di 2010-an lah karena waktu itu berjamur, baru diterusin lagi 2011," ungkap Tria saat wawancara bersama detikcom dalam program Main Stage."Ada beberapa arsip kita video manggung, flyer, buku pencatatan jadwal event. Kostum-kostum yang dari awal pun masih kita simpan. Ini menunjuk jaket kulit yang dipakai, juga jaket yang dari awal dulu. Jadi, kalau ngomongin The Changcuters concern sama pengarsipan, jelas kami concern," tegas vokalis itu pengarsipan yang jelas, The Changcuters juga tidak menampik apabila nantinya bisa ada rencana pengembangan terkait dengan pengelolaan memorabilia tersebut."Harusnya ada karena semua masih disimpan," jawab Dipa kostum yang juga sudah disebutkan di atas, memang jelas The Changcuters dikaitkan dengan itu. Mereka kerap memadukan dengan apik dalam tiap aksinya, atas arahan dari sang gitaris yang juga merangkap jabatan Fashion Research Development, Qibil. Selama 19 tahun beraksi, berapa total kostum The Changcuters?"Nggak kehitung sih, satu lemari tiga pintu deh. Itu juga kalau digantung semua nggak cukup. Satu lemari kemeja saja, satu lemari celana, buat outer ada dua lemari kali ya, terus sepatu. Lebih dari 30 set mix and match," papar Qibil."Kebetulan pas zaman Instagram saya baru tagarnya. Jadi, kalau misalkan bingung pake baju apalagi ya, lihat dulu, ini udah pernah, ini belum. Kalau referensi mix & match biasanya dari runaway gelaran fashion show. Nanti baru disampaikan ke anak-anak," Qibil mengakhiri. Simak Video "Terkejutnya Yuni Shara Dituding Berselingkuh dengan Suami Maia" [GambasVideo 20detik] mif/nu2

the changcuters main serong lirik